Terus(lah) Melangkah

Kemarin, secara tidak sengaja saya menemukan video penuh makna ini di belantara FB. Pastinya ketidaksengajaan ini berbanding lurus dengan skenario yang Allah jalankan.

Ya, melalui video tersebut, kita –khususnya saya– kembali diingatkan untuk kesekian kalinya agar jangan sampai berputus asa dari rahmat Allah.

Yang namanya hidup memang selalu penuh dengan masalah, bukan? Seharusnya kenyataan tersebut sudah menjadi kawan akrab kita. Sebagiannya harus kita selesaikan dengan penuh perhatian yang bisa saja menguras tenaga, pikiran, dan waktu, yang kita rebutan dengan urusan-urusan lain yang sama pentingnya. Sebagiannya yang lain, terkadang memang harus kita biarkan saja dengan kepala dingin.

***

Istri saya kemarin memberitahukan kabar yang cukup mengejutkan. Siswa kelas 3 (sebagai angkatan pertama di sekolah ini) ada yang akan keluar lagi. Sebelum ini sudah ada lima orang siswa dari angkatan pertama yang sudah keluar; tidak lagi belajar di tempat kami.

Siswa terakhir yang rencananya mau keluar ini, alasan yang diutarakan oleh orangtuanya –menurut saya– lucu. Hafalan anaknya, analisisnya, menjadi tidak ada peningkatan yang signifikan selepas tidak dihandle lagi oleh seorang guru yang sudah mengundurkan diri dari sekolah ini.

Entah ya. Tapi mendengar ceritanya saya menganggap orangtua siswa tersebut tidak memandang persoalan secara holistik. Fokusnya tertuju pada tangan sekolah. Padahal, permasalahan yang terjadi pada suatu kelompok manusia itu banyak sekali variabelnya.

Hampir setiap hari di lapangan, istri yang selalu berinteraksi dengan para siswa dan saya yang selalu mengamati, setidaknya tahu betul bagaimana permasalahan yang diungkapkan orangtua siswa yang bersangkutan tidak cukup bisa kami terima.

Tapi, sekolah ini, seperti apa yang pernah disampaikan oleh yang mempunyai (pengelola), harus terus berjalan meski dalam satu kelas hanya ada satu orang siswa. Tentunya setelah menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Saya pun mengamininya. Perkataannya tersebut bagi saya keren sekali. Segaris dengan pandangan saya tentang bagaimana sebuah sistem harus berjalan tanpa harus kompromi dengan mereka yang mengikutsertakan diri.

Bagi istri, saya melihatnya, masalah ini cukup menyita pikiran. Bagi saya, lumayan menyita pikiran juga karena istri selalu meminta nasihat, pendapat, dan saran dari saya. Sementara di luar sana, masih banyak yang harus saya pikirkan.

Inilah yang sekiranya sudah membuat saya menjadi kurang fokus dalam membangun mimpi-mimpi sendiri yang selalu tertunda. Pikiran ini cukup terkuras juga saat harus membersamai istri dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin di sekolah ini. Padahal saya bukan anak buahnya. Saya pembantu gelapnya! Hahaha.

Tapi tidak apa-apa juga sebetulnya, karena kondisi seperti ini akan semakin membuat saya menjadi lebih bijak lagi dalam melihat dan menyelesaikan masalah. Ini yang selalu saya pelajari dan amat saya syukuri.

Saya bukan seorang karyawan. Saya adalah seorang freelancer. Tapi tenaga, waktu dan pikiran saya hampir tersedot pada domain yang seharusnya orang lain selesaikan. Kadang saya mengeluh. Manusiawi kan? Tapi terkadang saya menyukai setiap tantangannya juga.

Mudah-mudahan kondisi ini membuat otak saya selalu fresh dari hari ke hari dan tidak lantas menyusut. Karena dengan berjebahnya tugas-tugas yang harus saya selesaikan akan selalu mengaktifkan sel-sel yang terajut dalam otak. Meskipun, saya akui, alokasi untuk melakukan olahraga sebagai penunjang kesehatan otak selalu menguap begitu saja. Hehe.

Hup!
Semoga mulai saat ini segala sesuatunya berjalan seimbang. Video ini cukup memberikan saya pelajaran yang berharga juga. Bahwa bagaimanapun juga, kita harus tetap melangkah ke depan.

Sesederhana itu, padahal.

Advertisements

Ingin mengatakan sesuatu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s